Pengusaha Property

Putri Anggraini, Luka Sumber Kekuatan dan Keberanian untuk Bangkit dan Berdaya

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Kehidupan sering kali tidak berjalan mulus. Ada yang harus melewati badai sebelum akhirnya menemukan cahaya. Ada pula yang dipaksa memulai kembali ketika semua yang dibangun selama bertahun-tahun, justru runtuh dalam sekejap. Seperti prahara rumah tangga yang sempat dialami oleh Putri Anggraini. Meski tak bisa menghindar dari luka dan trauma, namun ia memilih untuk tidak menyerah. Bahkan, puing-puing kehancuran tersebut ia bangun menjadi jalan menuju bisnis baru.

Tidak semua badai datang untuk menghancurkan. Ada kalanya kehidupan menghadirkan ujian justru agar seseorang menemukan kembali hal-hal yang selama ini nyaris hilang. Putri Anggraini memahami betul makna dari kalimat tersebut. Di balik perjalanan bisnis yang kini terus berkembang, tersimpan babak kehidupan yang penuh kepedihan. Ia pernah berada pada titik ketika rumah tangga yang dibangun dengan penuh harapan harus berakhir. Bersamaan dengan itu, ia juga menghadapi persoalan finansial yang memaksanya mengambil keputusan-keputusan besar.

”Tidak mudah menerima kenyataan bahwa saya harus memulai lagi dari awal. Tetapi saya sadar, saya tidak bisa terus hidup dalam penyesalan. Saya harus bangkit, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anak-anak saya,” tutur wanita kelahiran Yogyakarta 23 Oktober ini.

Membentuk Karakter Tangguh. Di balik kesuksesan yang kini terlihat, tersimpan perjalanan panjang yang penuh pembelajaran. Jauh sebelum menjalani pernikahan bersama suami kedua, sekitar dua dekade lalu sosok ayu yang akrab disapa Putri ini, mengabdikan diri sebagai pramugari. Profesi tersebut bukan hanya memberinya kesempatan menjelajahi berbagai tempat, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tangguh, serta memiliki kemampuan memahami berbagai karakter manusia.

Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal berharga ketika ia memutuskan memasuki dunia usaha. Ia memulai langkah melalui bisnis kuliner berlabel Wajan Edan yang mengangkat cita rasa Nusantara, kemudian mengembangkan Ipienk House di Yogyakarta yang bergerak di bidang hospitality. Keinginan untuk terus berkembang membawanya merambah dunia fashion melalui Koleksi Ipienk, sekaligus memasuki sektor properti melalui Ipienk Properti yang kini terus bertumbuh.

Bangkit dari Ujian. Bagi Putri, tantangan terbesar dalam hidup bukanlah persaingan bisnis ataupun perubahan pasar. Justru ujian paling berat datang dari kehidupan pribadi. Ia pernah berada pada fase terpuruk ketika sosok suami yang seharusnya menjadi pelindung, justru menjadi penghancur.

Selain berkhianat, suami dari pernikahan keduanya itu juga melakukan wan prestasi dengan mengajukan pinjaman bernilai miliar  rupiah atas nama Putri. Walhasil, ketika topengnya terbuka, justru Putri lah yang harus menanggung beban tagihan bank. Situasi tersebut memaksanya mengambil alih seluruh tanggung jawab dan membangun kembali kehidupan dari titik nol.

Masa-masa itu menjadi periode yang tidak mudah. Membangun usaha bukan lagi sekadar persoalan modal, tetapi juga perjuangan memulihkan kepercayaan diri dan menguatkan mental yang sempat runtuh. Namun di tengah kondisi tersebut, Putri menemukan titik balik yang mengubah seluruh cara pandangnya terhadap kehidupan.

Ia memilih berhenti menjadi korban keadaan. Kesadaran bahwa kedua buah hati memandang dirinya sebagai panutan menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Sejak saat itu ia tidak lagi berfokus pada apa yang telah hilang, melainkan pada apa yang masih dapat dibangun

”Saat itu, akhirnya saya putuskan untuk menjual rumah yang saya bangun semasa masih menjadi Pramugari, demi menutup hutang bank. Alhamdulillah, Allah memudahkan. Sisa penjualan rumah juga bisa saya sisihkan untuk modal membangun bisnis jual-beli rumah dan mengembangkan bisnis-bisnis lama yang sempat saya hiraukan, karena fokus pada keluarga,” ungkapnya.

Membaca Peluang. Semangat untuk terus belajar membuat Putri tidak ragu mengembangkan bisnis di bidang yang berbeda. Baginya, seorang entrepreneur harus mampu melihat peluang sekaligus memahami nilai jangka panjang dari setiap usaha yang dijalankan. Sektor properti dipilih karena dinilai memiliki prospek yang selalu menjanjikan. Kebutuhan masyarakat akan hunian maupun investasi diyakini akan terus meningkat seiring berkembangnya berbagai kawasan baru.

Di sisi lain, melalui Koleksi Ipienk, ia menghadirkan produk muslimwear, khususnya mukena, yang mengutamakan kenyamanan sekaligus desain elegan. Ia melihat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap busana muslim kini tidak lagi hanya bersifat fungsional, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Meski bergerak pada dua industri berbeda, Putri memegang prinsip yang sama dalam menjalankan bisnis, yaitu menjaga kualitas, membangun kepercayaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan. Menurutnya, produk yang baik harus diiringi pengalaman yang baik pula. Kepercayaan merupakan aset paling berharga yang tidak dapat dibeli dengan apa pun.

Bertumbuh Bersama Masyarakat. Di mata Putri, keberhasilan sebuah usaha tidak semata diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh. Lebih dari itu, bisnis harus mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Karena itulah ia selalu berusaha membuka peluang bagi masyarakat, baik melalui penciptaan lapangan pekerjaan maupun kolaborasi dengan individu-individu yang tengah mengembangkan usaha. Bagi Putri, pertumbuhan bisnis akan memiliki makna lebih besar ketika mampu menghadirkan perubahan positif bagi kehidupan orang lain.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari filosofi yang terus ia pegang hingga hari ini. Bahwasanya bisnis bukan hanya tentang membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia.

Tak Berhenti Belajar. Pencapaian Putri saat ini tak membuatnya berpuas diri. Di tengah kesibukan, ia juga terus membuka diri terhadap berbagai pembelajaran baru. Baginya, seorang entrepreneur harus terus berkembang karena dunia bisnis berubah begitu cepat. Berhenti belajar berarti berhenti bertumbuh.

Inspirasi terbesar Putri datang dari sosok Raden Ajeng Kartini. Ia mengagumi keberanian Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Salah satu kutipan Kartini yang selalu menguatkannya berbunyi, ’Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba, jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.’

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sering kali hadir setelah seseorang berhasil melewati masa-masa paling sulit dalam hidupnya.

Selain Kartini, kedua anaknya juga menjadi sumber motivasi terbesar. Ia ingin mereka melihat bahwa setiap manusia selalu memiliki pilihan untuk bangkit, seberat apa pun tantangan yang dihadapi.

Ke depan, Putri berharap Koleksi Ipienk mampu menjadi salah satu brand muslimwear yang memiliki identitas kuat di Indonesia, sementara Ipienk Properti terus berkembang sebagai perusahaan yang dipercaya masyarakat.

Namun di balik seluruh target bisnis tersebut, ia memiliki visi yang jauh lebih besar.

Ia ingin membangun sesuatu yang berkelanjutan. Sebuah legacy yang bukan hanya diwariskan kepada keluarga, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi semakin banyak orang. ”Sukses bukan berarti tidak pernah jatuh. Sukses adalah ketika kita jatuh, tetapi memilih bangkit lagi. Saya berharap perjalanan saya bisa menjadi pengingat bahwa perempuan, siapapun mereka, dalam kondisi apapun, tetap memiliki kekuatan untuk membangun kembali hidupnya dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri,” pungkasnya.

Kehilangan yang Mengembalikan Arti Kehidupan

Di balik semua kehilangan, kehidupan ternyata menyimpan sebuah hadiah yang jauh lebih berharga. Selama bertahun-tahun, Putri sempat merasakan adanya jarak dengan anak-anak dari pernikahan pertama, akibat dinamika yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga keduanya. Sebuah luka yang begitu dalam bagi seorang ibu. Namun setelah seluruh prahara berlalu, hubungan itu perlahan kembali terjalin. Komunikasi yang sempat renggang berubah menjadi kedekatan yang semakin erat, menghadirkan kembali kehangatan keluarga yang selama ini ia rindukan.

Bagi Putri, itulah hikmah terbesar dari seluruh perjalanan hidupnya. ”Harta dapat dicari kembali, rumah dapat dibangun lagi, bahkan bisnis dapat dirintis dari awal. Namun kesempatan untuk kembali dekat dengan anak-anak adalah anugerah yang tidak dapat diukur dengan materi apa pun,” tutur ibunda Natasya Putri dan Sultan Syah Putra ini.

Kini, setiap keberhasilan yang diraih Putri selalu mengingatkannya pada satu hal, bahwasanya tidak ada perjalanan yang sia-sia. Bahkan luka terdalam sekalipun dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih utuh, ketika seseorang memilih untuk berdamai dengan masa lalu dan melangkah menuju masa depan dengan penuh keyakinan.