Business Owner | Property Investor | Sociopreneur | Education & Social Impact Advocate, Australian Director – The Next Pathway, Co-Founder & Advisor – Yayasan Lentera Parahita Indonesia, Advisor – Rumah Pemulihan New Hope

Anna Ho, Membangun Masa Depan Lewat Pendidikan, Pemberdayaan, dan Kepedulian

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Kesempatan mungkin tidak datang kepada setiap orang dalam bentuk yang sama. Namun, selalu ada sosok-sosok yang memilih menjadi jembatan agar kesempatan itu bisa dirasakan lebih banyak orang. Semangat itulah yang tercermin dalam perjalanan Anna Ho. Di tengah kesuksesannya membangun bisnis dan kehidupan di Australia, ia tetap menaruh perhatian besar pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi sebagian orang, kesuksesan sering kali diukur dari pencapaian, jabatan, atau besarnya bisnis yang berhasil dibangun. Namun bagi Anna Ho, kesuksesan memiliki makna yang jauh lebih luas. Bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang mampu melangkah, tetapi juga tentang seberapa banyak kehidupan yang dapat disentuh dan diberdayakan melalui perjalanan tersebut.

Prinsip itulah yang menjadi fondasi kehidupan perempuan yang kini menetap di Australia ini. Di tengah kesibukannya sebagai business owner, property investor, sociopreneur, sekaligus Australian Director The Next Pathway, Anna Ho dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan generasi muda Indonesia.

Namun perjalanan hidupnya tidak dimulai dari titik yang mudah. Berasal dari keluarga sederhana, perempuan yang karib disapa Anna ini, harus berjuang keras untuk memperoleh pendidikan dan membangun kehidupannya. Keputusan merantau ke Australia menjadi salah satu titik balik terpenting dalam hidupnya. Di negeri baru tersebut, ia belajar bertahan, beradaptasi dan membangun masa depan dari nol.

“Saya bukan berasal dari keluarga berada. Semua yang saya jalani membutuhkan perjuangan. Ketika merantau ke Australia, saya belajar banyak hal tentang bertahan hidup, bekerja keras, mandiri dan membangun masa depan. Tapi dari semua proses itu, saya percaya Tuhan selalu membuka jalan,” ujarnya.

Berbagai proses kehidupan yang ia lalui membentuk keyakinan bahwa setiap orang sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang. Hanya saja, tidak semua orang memiliki akses, informasi, ataupun keberanian untuk mengambil kesempatan yang ada di depan mata.

“Kadang yang membatasi seseorang bukan kemampuannya, tetapi karena mereka tidak pernah tahu bahwa mereka juga punya kesempatan yang sama,” katanya.

 Buka Jalan ke Dunia Internasional. Keyakinan itulah yang kemudian melahirkan The Next Pathway, sebuah konsultan pendidikan internasional yang membantu pelajar Indonesia melanjutkan pendidikan ke berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Inggris, Amerika Serikat dan Kanada.

Bagi Anna, The Next Pathway bukan sekadar lembaga konsultan pendidikan. Ia ingin menjadikannya sebagai jembatan yang membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang secara global.

Melalui pendekatan yang personal, Anna dan tim membantu para siswa serta keluarga dalam menentukan jurusan, memilih institusi pendidikan yang tepat, memahami proses visa, hingga mempersiapkan arah karier jangka panjang setelah menyelesaikan studi.

“Belajar ke luar negeri bukan hanya soal gelar atau prestise. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang belajar mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami budaya yang berbeda, dan membangun perspektif global,” jelasnya.

Menurut Anna, pendidikan internasional seharusnya tidak menjadi sesuatu yang eksklusif dan hanya bisa diakses oleh kelompok tertentu. Karena itu, ia terus berupaya memperluas akses informasi melalui berbagai kegiatan sosialisasi, road show, maupun edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas di berbagai daerah Indonesia.

“Semua orang berhak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kadang yang mereka butuhkan hanyalah akses informasi, exposure dan seseorang yang membantu menunjukkan jalannya,” ungkap Anna.

Edukasi Finansial. Tak hanya aktif di bidang pendidikan, Anna juga memiliki perhatian besar terhadap literasi finansial. Baginya, pemberdayaan tidak selalu dilakukan melalui bantuan materi. Terkadang, pengetahuan yang tepat justru mampu mengubah masa depan seseorang secara lebih berkelanjutan.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Anna beberapa kali mengadakan seminar gratis di Australia yang membahas berbagai topik seperti pengembangan diri, financial literacy, wealth building, investasi, hingga kepemilikan rumah.

Awalnya kegiatan tersebut hanya diikuti oleh teman, kolega dan komunitas terdekat. Namun seiring waktu, semakin banyak orang yang datang karena merasakan manfaat dari materi yang dibagikan.

Dalam berbagai seminar tersebut, Anna menghadirkan para profesional dari berbagai bidang agar masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang selama ini mungkin sulit mereka dapatkan.

“Kadang membantu orang bukan berarti memberi sesuatu secara langsung. Kadang membantu orang berarti membagikan informasi yang bisa mengubah arah hidup mereka. Tidak semua hal harus tentang keuntungan atau uang. Ada kebahagiaan ketika kita bisa menggunakan apa yang kita miliki untuk memberkati orang lain,” tuturnya.

Prinsip hidup tersebut juga sejalan dengan ayat favorit dalam Al-kitab yang selalu menginspirasinya, yakni Amsal 11:24-25, tentang kemurahan hati yang pada akhirnya akan membawa berkat bagi banyak orang.

Berdaya dan Memberdayakan. Selain pendidikan dan edukasi finansial, Anna juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, baik di Indonesia maupun Australia. Sebagai Co-Founder dan Advisor Yayasan Lentera Parahita Indonesia, ia terlibat dalam berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan bantuan kemanusiaan. Kemampuannya membangun jaringan dan menggerakkan komunitas membuat berbagai program sosial yang digagas mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Saat pandemi Covid-19 melanda, Anna bersama para relawan dan komunitas berhasil membangun posko bantuan yang menyalurkan makanan, vitamin, obat-obatan, hingga tabung oksigen kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menginisiasi penggalangan dana yang menghasilkan lebih dari 500 paket bantuan kesehatan dan kebutuhan pokok.

Tidak berhenti di situ, sejak tahun 2020 Anna juga dipercaya sebagai Advisor Rumah Pemulihan New Hope, sebuah lembaga yang fokus membantu masyarakat yang menghadapi persoalan ketergantungan NAPZA, kecanduan judi online, gangguan penggunaan gadget, hingga kesehatan mental.

Ketertarikannya terhadap dunia pemulihan tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya di bidang counselling, coaching, dan kesehatan mental. “Saya sangat menghargai pekerjaan yang dilakukan Rumah Pemulihan New Hope. Saya merasa terhormat dipercaya menjadi advisor di sana. Mereka memiliki slogan yang sangat saya sukai, yaitu rumah pemulihan tidak lagi menyeramkan tetapi menyenangkan,” ujarnya.

Di Australia, Anna juga aktif mengunjungi rumah sakit anak, organisasi foster care, hingga bangsal rehabilitasi bersama para relawan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, mereka membagikan ribuan hadiah setiap tahun sekaligus menghadirkan semangat dan kebahagiaan bagi para pasien dan keluarga.

“Saya tidak bisa mengambil kredit untuk itu. Semua terjadi karena banyak orang baik yang mau meluangkan waktu, tenaga, dan hati mereka untuk membantu sesama,” katanya.

Tempat Berlabuh dan Menguatkan

Di balik berbagai aktivitas yang dijalankan, Anna juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan memiliki empati tinggi. Tak sedikit keluarga Indonesia di Australia yang datang kepadanya untuk meminta bantuan maupun sekadar mencari tempat berbagi cerita.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika mendampingi sebuah keluarga Indonesia yang kehilangan putri mereka akibat tindak kejahatan di Australia. Dalam situasi yang penuh duka tersebut, Anna hadir untuk membantu keluarga melewati berbagai proses yang harus dijalani.

“Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan solusi. Kadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau hadir, mendengarkan dan berjalan bersama mereka melewati masa yang sulit,” katanya.

Ia juga kerap mendampingi keluarga-keluarga Indonesia yang datang ke Australia untuk menjalani pengobatan. Bahkan banyak di antaranya yang sebelumnya tidak pernah ia kenal. Namun bagi Anna, kesempatan untuk hadir dan membantu orang lain merupakan sebuah kehormatan tersendiri.

Terus Belajar dan Bertumbuh

 Di tengah kesibukannya, Anna tetap memegang satu prinsip yang selalu ia yakini, yakni tak boleh berhenti belajar. Hal tersebut tercermin dari berbagai kualifikasi profesional yang telah ia miliki, mulai dari bidang counselling, hypnotherapy, coaching, kesehatan mental, hingga behavioural therapy. Saat ini pun ia masih menyelesaikan program MBA di AGSM – UNSW Business School Australia.

“Semakin banyak kita belajar, semakin kita sadar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa membantu lebih banyak orang bertumbuh,” ujarnya.

Ke depan, Anna memiliki satu impian besar yang ingin diwujudkan, yaitu membangun sekolah di Indonesia. Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya dapat dirasakan lintas generasi.

“Saya percaya pendidikan bisa mengubah arah hidup seseorang. Karena itu saya ingin membangun sesuatu yang manfaatnya bisa terus hidup dan membantu banyak orang, bahkan setelah saya tidak ada,” tuturnya.

Di tengah berbagai peran yang ia jalani sebagai pengusaha, investor, pegiat pendidikan, pemimpin komunitas, pendamping keluarga Indonesia di Australia, serta penggerak berbagai kegiatan sosial, ada satu benang merah yang selalu terlihat dalam perjalanan hidupnya: membuka jalan bagi orang lain.

Sebab bagi Anna, kehidupan yang bermakna bukanlah tentang seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, melainkan tentang seberapa banyak harapan yang dapat dibangun, kesempatan yang dapat dibuka, dan kehidupan yang dapat diubah menjadi lebih baik.