Entrepreneur,  Content Creator, Founder Putri Hijabfluencer Indonesia

Lidya Agustin, Menumbuhkan Bisnis, Memberdayakan Talenta, dan Menebar Manfaat untuk Indonesia

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Tidak semua kisah sukses dimulai dengan modal besar atau jalan yang mulus. Ada yang lahir dari keterbatasan, ditempa oleh keadaan, lalu bertumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan. Begitulah perjalanan Lidya Agustin, perempuan asal Bandar Lampung yang menjadikan kemandirian sebagai titik awal, kejujuran sebagai fondasi, dan kebermanfaatan sebagai tujuan utama dalam setiap langkah bisnisnya. Dari seorang mahasiswi yang menjual telepon genggam untuk modal usaha, kini ia tumbuh menjadi entrepreneur yang mengembangkan berbagai lini bisnis sekaligus membangun gerakan pemberdayaan perempuan muslimah yang menjangkau puluhan provinsi di Indonesia.

Tidak semua perjalanan bisnis lahir dari kenyamanan. Sebagian justru tumbuh dari keadaan yang memaksa seseorang untuk belajar mandiri lebih cepat daripada usianya. Begitu pula yang dialami Lidya Agustin, perempuan muda asal Bandar Lampung yang kini dikenal sebagai Entrepreneur, Content Creator, sekaligus pendiri Putri Hijabfluencer Indonesia.

Tuntutan Kebutuhan. Di balik berbagai bisnis yang kini berkembang di bawah kepemimpinannya, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yang sejak muda belajar berdiri di atas kakinya sendiri. Kehilangan sosok ayah dan dibesarkan oleh seorang ibu yang berjuang sebagai single parent membentuk karakter sosok yang karib disapa Lidya ini, menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan tidak mudah menyerah.

Saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, kehidupan Lidya berubah cukup drastis. Jika sebelumnya banyak kebutuhan dibantu oleh pamannya, maka sejak kuliah ia mulai didorong untuk belajar mandiri. Biaya pendidikan tetap dibantu, namun kebutuhan lain harus ia usahakan sendiri. Situasi tersebut menjadi titik awal lahirnya jiwa wirausaha yang kelak mengubah arah hidupnya.

Tahun 2015, dengan keberanian yang sederhana namun penuh makna, Lidya menjual sebuah telepon genggam miliknya untuk dijadikan modal usaha. Dari modal tersebut, ia merintis bisnis dekorasi kecil-kecilan sambil menjalani perkuliahan. Usaha yang berjalan hingga tahun 2019 itu menjadi sekolah kehidupan yang mengajarkannya tentang proses, tantangan, konsistensi dan arti bertahan dalam dunia usaha.

Pemberdayaan Perempuan. Di balik aktivitas bisnisnya, Lidya memiliki mimpi lain yang sejak lama ia simpan. Ia memiliki ketertarikan besar pada dunia entertainment, modeling dan pengembangan potensi perempuan berhijab. Dari keresahan sekaligus harapan itulah lahir sebuah komunitas kecil bernama Putri Hijab Lampung.

Awalnya, komunitas tersebut hanya bergerak di wilayah Lampung. Namun sambutan positif dari masyarakat membuat langkah kecil itu berkembang jauh melampaui ekspektasinya. Dalam waktu beberapa tahun, jaringan komunitas tersebut mulai hadir di berbagai daerah di Sumatera hingga akhirnya berkembang menjadi gerakan berskala nasional.

Kini, melalui Putri Hijabfluencer Indonesia, Lidya berhasil membangun wadah pemberdayaan perempuan muslimah yang telah hadir di 25 provinsi di Indonesia. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa mimpi yang dimulai dari langkah sederhana dapat tumbuh menjadi gerakan yang memberi dampak luas bagi banyak orang.

“Bagi saya, bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain,” tutur Lidya

Ragam Bisnis, Satu Tujuan. Selain mengembangkan Putri Hijabfluencer Indonesia, Lidya juga membangun berbagai lini usaha lainnya, mulai dari La De Parfum, Putri Hijab Academy, PH Creator Agency, Community Teman Healing, hingga bisnis agribisnis perkebunan lada hitam yang dijalankannya bersama sang suami, M. Rio Alfandi.

Meski bergerak di sektor yang sangat beragam, mulai dari industri kreatif, personal branding, parfum, hingga agribisnis, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagi Lidya, membangun banyak bisnis bukan berarti harus mengerjakan semuanya sendiri. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah usaha sangat ditentukan oleh kualitas tim dan sistem yang dibangun. Karena itu, setiap unit bisnis memiliki koordinator yang bertanggung jawab pada bidangnya masing-masing.

Sementara dalam sektor agribisnis, peran sang suami menjadi sangat dominan karena bidang tersebut memang telah lebih dahulu menjadi bagian dari usaha keluarga. Lidya sendiri lebih fokus pada pengembangan branding, relasi, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan dunia kreatif dan komunitas.

Fondasi Utama Bisnis. Di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berkembang, Lidya memiliki prinsip yang tidak pernah berubah, yakni kejujuran. Menurut wanita kelahiran Bandar Lampung, 24 Agustus ini, kejujuran bukan hanya soal transaksi bisnis, tetapi juga soal tanggung jawab terhadap setiap amanah yang diberikan.

“Kejujuran adalah fondasi utama. Saat untung maupun rugi, semuanya harus dijalankan dengan tanggung jawab yang sama,” tekannya.

Menariknya, Lidya dan keluarga memiliki prinsip unik dalam mengelola keuntungan usaha. Mereka meyakini bahwa sebagian rezeki yang diperoleh bukan sepenuhnya milik pribadi. Karena itu, sebagian keuntungan selalu disisihkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. “Saya percaya setiap rezeki yang saya dapat ada hak orang lain di dalamnya,” imbuh Lidya.

Prinsip inilah yang membuat seluruh bisnis yang dibangun, tumbuh secara mandiri tanpa pendanaan eksternal maupun ketergantungan pada hutang.

Cetak Ribuan Talent. Meski bisnis-bisnis yang dibangun erat kaitannya dengan pemberdayaan, namun Lidya menyadari bahwasanya seorang Entreprenur sepatutnya  memiliki kemandirian dan visi yang jelas sebelum mampu memberdayakan orang lain. Sebab bisnis yang sehat bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Melalui Putri Hijabfluencer Indonesia, ia berkomitmen mencetak talenta-talenta muslimah yang tidak hanya memiliki kemampuan sebagai Content Creator, tetapi juga mampu menjadi sosok inspiratif di lingkungan sekitarnya.

Ribuan anggota yang tergabung dalam komunitas tersebut mendapatkan ruang untuk belajar, berkembang, membangun personal branding, hingga membuka berbagai peluang karier yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka bayangkan.

Bagi Lidya, dampak terbesar sebuah bisnis bukanlah angka penjualan atau pertumbuhan omzet, melainkan ketika seseorang yang pernah dibina mampu bangkit, berkembang, dan kemudian memberdayakan orang lain.

Membangun dari Akar Rumput. Komitmen terhadap pemberdayaan juga diterapkan dalam sektor agribisnis yang dikelolanya bersama keluarga. Para pekerja yang terlibat sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar lahan perkebunan. Selain membuka lapangan kerja, mereka juga berupaya menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar.

Bahkan dalam beberapa moment, masyarakat diberikan kesempatan untuk memanfaatkan hasil tertentu dari lahan pertanian sesuai ketentuan yang telah disepakati. “Bisnis yang baik bukan hanya tumbuh untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Dan sebagai pelaku usaha yang aktif di berbagai sektor, Lidya memahami bahwa tantangan terbesar bukanlah kompetitor, melainkan rasa nyaman yang membuat seseorang berhenti berkembang.

Ia menyadari bahwa dunia bisnis bergerak sangat cepat, terutama di era digital saat ini. Sistem yang dahulu dilakukan secara manual kini harus bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan terintegrasi dengan teknologi.

Transformasi digital yang diterapkan dalam Putri Hijabfluencer Indonesia menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sebuah organisasi harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.  Karena itu, evaluasi, inovasi, dan pembelajaran menjadi agenda yang terus dijalankan dalam setiap lini bisnisnya.

Bahagia Melihat Kesuksesan Talent Binaan

Di antara berbagai pencapaian yang telah diraih, ada satu hal yang paling membahagiakan bagi Lidya. Bukan soal ekspansi bisnis, bukan pula soal angka penjualan. Melainkan ketika melihat orang-orang yang pernah bertumbuh bersama dirinya kini mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Beberapa mantan anggota tim yang dahulu bergabung sebagai fresh graduate kini telah memiliki usaha dan perusahaan mereka sendiri. Sementara banyak talenta binaan Putri Hijabfluencer Indonesia berhasil menjadi brand ambassador, memperoleh penghasilan mandiri, mendapatkan beasiswa pendidikan, hingga memiliki kesempatan menembus panggung internasional.

Momen-momen itulah yang membuat Lidya merasa perjuangannya memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar kesuksesan pribadi.

Ke depan, Lidya memiliki visi besar untuk terus mengembangkan sektor agribisnis sebagai salah satu pilar utama bisnisnya. Ia melihat sektor ini memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Di saat yang sama, ia juga ingin terus memperkuat Putri Hijabfluencer Indonesia sebagai wadah pemberdayaan perempuan muslimah Indonesia agar semakin banyak talenta yang lahir, berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungannya.