MajalahInspiratif.com, Jakarta – Hukum dan keadilan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Ketika masyarakat merasa dilindungi dan diperlakukan secara adil, maka akan tumbuh rasa aman, kepercayaan, dan optimisme untuk berkembang.Sebaliknya, ketika hukum terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas, maka kepercayaan publik akan melemah. Karena itu, menurut Lola Nelria Oktavia, Anggota Komisi 3 DPR RI, penegakan hukum harus dilakukan secara adil, transparan, dan tidak diskriminatif. Hukum tidak boleh hanya hadir untuk menghukum, tetapi juga untuk melindungi dan memberikan kepastian.
Menurut kelahiran Jakarta, 13 April 1977 ini, masyarakat yang berdaya lahir dari lingkungan yang memberikan rasa aman dan kesempatan yang sama bagi setiap orang. Ketika hukum ditegakkan dengan benar, masyarakat akan memiliki ruang untuk berkembang, bekerja, berusaha, dan berkontribusi bagi bangsa tanpa rasa takut terhadap ketidakadilan.

Saat ini, salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah memastikan hukum benar-benar memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan sistem hukum yang responsif, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Olamelihat pentingnya membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat. Banyak persoalan terjadi bukan hanya karena lemahnya aturan, tetapi juga karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban mereka. Karena itu, edukasi hukum menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat.
“Saya juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan perempuan dan anak, termasuk isu kekerasan, eksploitasi, serta keamanan di ruang digital. Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi melalui regulasi dan edukasi yang tepat.”
Menyelami Makna Berdaya dan Memberdayakan
Berdaya dan memberdayakanmemiliki makna yang sangat dalam. Berdaya berarti memiliki kemampuan, keberanian, dan kesempatan untuk berkembang serta menentukan masa depan dengan lebih baik. Sedangkan memberdayakan berarti membuka jalan bagi orang lain agar mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, mandiri, dan maju.
Sebagai seorang wakil rakyat, Ola tidak ingin hanya hadir sebagai pembuat kebijakan semata. Ia ingin hadir sebagai jembatan yang mampu membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan, keadilan, ekonomi, dan kesempatan hidup yang lebih baik. Karena sejatinya, keberhasilan seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa tinggi jabatannya, tetapi seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kehadirannya.Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya dari sudut pandang elite atau kepentingan tertentu. Dalam bidang hukum, HAM, dan keamanan, keberpihakan kepada masyarakat menjadi sangat penting karena hukum seharusnya menjadi alat perlindungan, bukan alat ketakutan. Ola percaya bahwa keadilan harus dapat diakses oleh semua orang tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kekuasaan. Negara harus memastikan bahwa masyarakat kecil juga mendapatkan perlindungan hukum yang layak.
Perempuan dan generasi muda memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan, tetapi bagian penting dari pengambil keputusan, penggerak perubahan, dan penjaga nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, generasi muda adalah energi besar bangsa. Mereka memiliki kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa di tengah perkembangan zaman dan teknologi. Karena itu, negara harus memberikan ruang yang luas bagi anak muda untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi.
Ola menyimpan harapan penuh agar semakin banyak perempuan dan generasi muda yang berani terlibat dalam ruang-ruang publik, termasuk politik, hukum, pendidikan, dan sosial. Karena Indonesia membutuhkan pemikiran yang segar, inklusif, dan progresif untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Saya melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan ruang untuk didengar dan didukung, terutama perempuan, anak muda, dan kelompok rentan. Oleh karena itu, saya percaya bahwa tugas seorang wakil rakyat adalah memastikan negara hadir untuk memperkuat mereka, bukan justru meninggalkan mereka. Ketika masyarakat memiliki akses, perlindungan. Saya percaya bahwa keadilan harus dapat diakses oleh semua orang Karena itu, dalam menjalankan tugas di Komisi III, saya selalu memandang bahwa setiap kebijakan harus mengutamakan rasa keadilan, transparansi, dan kemanusiaan.”
Selain itu, perlindungan terhadap hak asasi manusia juga harus menjadi prioritas. Negara yang aman tidak dibangun dalam sepekan, tetapi keamanan juga harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat. Ola percaya bahwa penegakan hukum yang humanis dan profesional akan melahirkan kepercayaan publik yang lebih kuat terhadap institusi negara.

Karir dan Kepercayaan dalam Masyarakat
Perjalanan ibunda Pasha Priya Hutama dan Yula Adha Zunaira hingga dipercaya menjadi anggota DPR RI tentu bukan proses yang instan. Ia memulai semuanya dari keinginan sederhana untuk hadir dan bekerja lebih dekat dengan masyarakat. Sejak awal, ia percaya bahwa politik bukan sekadar tentang kekuasaan, tetapi tentang pengabdian dan keberpihakan kepada rakyat.
“Saya banyak belajar mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, memahami persoalan di lapangan, dan mencoba hadir memberi solusi nyata, sekecil apa pun itu.Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi anggota DPR RI Komisi III merupakan amanah besar yang saya syukuri. Komisi III memiliki ruang lingkup yang sangat penting karena berkaitan dengan hukum, HAM, dan keamanan.”
Ola memahami bahwa tugas yang dimiliki bukan hanya tentang menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga memastikan keadilan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Ia memiliki prinsip bahwa setiap jabatan adalah tanggung jawab moral untuk bekerja dengan integritas, menjaga kepercayaan rakyat, dan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Saya juga percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan dan perspektif penting dalam dunia politik. Karena itu, saya ingin membuktikan bahwa perempuan dapat hadir sebagai pengambil kebijakan yang tegas, empatik, dan mampu membawa perubahan positif. Perjalanan ini tentu penuh tantangan, tetapi dukungan masyarakat, keluarga, dan partai menjadi kekuatan besar bagi saya untuk terus melangkah dan bekerja lebih baik lagi.”
Tantangan Sebagai Pengingat Rasa Tanggung Jawab
Tantangan terbesar bagi Ola tentang bagaimana menjawab harapan masyarakat yang begitu besar di tengah berbagai keterbatasan yang ada. Masyarakat tentu berharap setiap persoalan dapat segera terselesaikan, sementara dalam praktiknya proses kebijakan membutuhkan tahapan, koordinasi, dan waktu.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi pengingat agar terus bekerja lebih keras dan menjaga komunikasi dengan masyarakat. Ia percaya bahwa masyarakat tidak selalu menuntut kesempurnaan, tetapi mereka ingin melihat kesungguhan, kehadiran, dan kepedulian dari wakil rakyatnya.Selain itu, menjaga integritas juga menjadi tantangan tersendiri di tengah dinamika politik yang sangat kompleks. Ola selalu berusaha memegang prinsip bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Tuhan.
Pencapaian dan Program Nyata untuk Masyarakat
Hal yang paling membanggakan bukanlah pencapaian pribadi, tetapi ketika kehadiran seseorang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ola meyakini situasi tersebut dan bersyukur dapat terlibat dalam berbagai langkah serta program yang berupaya menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, baik melalui pendampingan aspirasi, bantuan sosial, edukasi hukum, maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Saya percaya bahwa dampak nyata tidak selalu harus berupa hal besar. Kadang, mendengarkan keluhan masyarakat dan membantu mencarikan solusi juga merupakan bentuk pengabdian yang berarti. Karena itu, saya selalu berusaha memastikan bahwa setiap langkah yang saya lakukan memiliki nilai manfaat dan keberlanjutan bagi Masyarakat.”
Selain itu, komunikasi dengan masyarakat menjadi hal yang tidak boleh terputus. Jabatan publik bukan alasan untuk menjaga jarak dengan rakyat. Justru semakin besar amanah yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk tetap hadir dan mendengar langsung suara masyarakat.
“Saya berusaha menjaga komunikasi melalui berbagai cara, baik dengan turun langsung ke lapangan, berdialog dengan masyarakat, menerima aspirasi, maupun memanfaatkan media sosial sebagai ruang interaksi yang lebih dekat dan terbuka. Saya percaya bahwa mendengar adalah bagian penting dari kepemimpinan.”
Kedekatan dengan masyarakat juga menjadi pengingat baginya agar tetap berpijak pada realitas dan kebutuhan rakyat. Dengan begitu, setiap kebijakan dan langkah yang diperjuangkan tetap relevan dengan kondisi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ke depan, saya ingin terus mendorong program-program yang tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian mereka dalam jangka panjang.”
Menjunjung Nilai Integritas dan Kejujuran
Ola selalu memegang teguh nilai integritas, kejujuran, dan keberpihakan kepada masyarakat. Ia percaya bahwa politik akan menjadi mulia ketika dijalankan dengan niat pengabdian dan tanggung jawab.Dalam dunia politik, dinamika dan perbedaan pandangan tentu tidak dapat dihindari. Namun ia percaya bahwa komunikasi, rasa hormat, dan komitmen terhadap kepentingan bangsa harus selalu menjadi prioritas. Jabatan hanyalah titipan, tetapi kepercayaan masyarakat adalah sesuatu yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Saya juga selalu berusaha untuk tetap rendah hati dan terus belajar. Karena semakin besar tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula kebutuhan untuk membuka diri terhadap masukan dan kritik demi perbaikan bersama.”

Visi dan Harapan dalam Perjuangan
Visi terbesar yang ingin diperjuangkan, menurut Ola adalah menghadirkan negara yang benar-benar memberikan rasa keadilan, perlindungan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. Ia ingin melihat masyarakat Indonesia hidup dengan rasa aman, memiliki akses terhadap pendidikan dan hukum yang baik, serta memiliki kesempatan untuk berkembang tanpa diskriminasi.
Ia juga berharap dapat terus mendorong kebijakan yang lebih humanis dan berpihak kepada kepentingan rakyat, terutama kelompok yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.
“Bagi saya, pembangunan yang baik bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hidup masyarakat dan rasa keadilan sosial.Melalui amanah yang dijalani saat ini, saya ingin terus menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif, berdaya, dan berkeadilan.”
Di sisi lain, Ola ingi mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap masa depan bangsa. Demokrasi membutuhkan partisipasi, kepedulian, dan keberanian untuk terlibat. Anak muda hari ini bukan hanya penonton, tetapi penentu arah Indonesia ke depan.Penting bagi generasi muda untuk memahami hukum, menjaga etika dalam bermedia sosial, menghargai perbedaan, dan aktif menyuarakan hal-hal positif. Kritik tentu penting, tetapi harus disampaikan dengan bijak dan bertanggung jawab.
“Saya percaya bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah apabila generasi mudanya tumbuh dengan semangat persatuan, kepedulian sosial, dan keinginan untuk terus belajar. Jangan pernah takut bermimpi besar dan mengambil peran untuk bangsa, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh ketulusan.”





