Womanpreneur, Owner Silatte Lidah Coffee Street

Lucky Diane, Konsisten Berkarya Wujudkan Strategi Bisnis Inovatif

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Masa depan perempuan dalam bidang kewirausahaan diprediksi akan terus berkembang dengan pesat. Perempuan terus berdaya dan berupaya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memulai dan mengembangkan bisnis.

Lucky Diane, meyakini bahwa faktor-faktor seperti peningkatan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dan dukungan teknologi digital akan semakin mendorong pertumbuhan kewirausahaan perempuan di masa depan. Tentunya dengan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis dan menciptakan solusi inovatif.

“Jaringan bagi saya merupakan suatu koneksi yang sangat penting dalam mempengaruhi peningkatan bisnis, strategi dalam membangun koneksi melibatkan beberapa aspek penting di antaranya komunikasi efektif, empati, kejujuran dan kreativitas.”

Perkembangan bisnis saat ini, menurut Lucky, terus melesat setelah mengalami penurunan. Apalagi ketika ia juga sempat berhadapan dengan masa pandemi, namun kreativitas dan inovasi menjadi point penting yang tidak tergantikan khususnya ketika berinteraksi dengan masyarakat dan menghadapi kendala yang ada. Karya yang dibutuhkan demi melawan krisis di negeri ini merupakan hasil dari pemikiran dan kreativitas yang tidak terjebak dalam batas rutinitas. Menurut perempuan yang hobi hangout dan traveling ini, semua orang berhak mengembangkan ide dan mewujudkan secara tepat.

“Untuk mendapatkan ide-ide bisnis dilakukan dengan berbagai strategi seperti survei trend kondisi pasar yang ada. Selain itu, saya pribadi berusaha untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan produk dan jasa serta melibatkan komunikasi aktif, pemahaman kebutuhan, personalisasi layanan dan apresiasi pelanggan.”

Inovasi Mewujudkan Karya Nyata. Wanita cantik kelahiran Pati, 5 Januari, yang merupakan Lulusan Sarjana Ekonomi, aktif bergabung dalam organisasi dan juga mengembangkan salah satu bisnis yang bernama Silatte Lidah Coffee Street. Sejak usia empat tahun Lucky mengikuti les modeling, catwalk dan photo session. Rutinitas tersebut masih aktif dan terus berjalan sampai sekarang.

Tahun 2011, Lucky bekerja di salah satu bank swasta ternama di Semarang hingga tahun 2020 dan memutuskan resign. Selain bergabung dalam organisasi PERISAI, Lucky terlibat penuh dalam Komunitas Parenting Influencer Endorsement di sebuah komunitas media sosial. Sampai saat ini, Ibunda dari Kenzie Muhammad Alfarezel (8 tahun) dan Zhafran Khairy Ibrahim (4 tahun) ini, sering mengisi acara modeling dan photo session di berbagai event yang digelar di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tidak hanya total berorganisasi, penikmat traveling dan gemar menyanyi ini konsisten membangun bisnis dengan memberikan produk berkualitas, harga kompetitif dan bermanfaat demi memastikan kepuasan pelanggan serta membina hubungan baik bersama mitra berkelanjutan.

“Yang membedakan dengan bisnis pesaing adalah Unique Selling Point (USP) atau nilai jual unik atau memiliki ciri khas yang tidak dimiliki seperti misalnya diferensiasi merek dengan cara membangun merek yang kuat dan berbeda dengan nilai, visi dan kepribadian yang unik.”

Optimis Hadapi Kegagalan. Kegagalan dalam bisnis merupakan bagian yang tidak dapat dihindarkan dari perjalanan kewirausahaan, tetapi dapat menjadi pelajaran berharga. Kegagalan dapat mengajarkan seseorang tentang ketahanan mental dan pentingnya beradaptasi dengan perubahan dan perlunya evaluasi diri untuk meningkatkan strategi bisnis.

“Saran utama untuk memulai bisnis adalah melakukan riset pasar, buat rencana bisnis yang jelas, dan fokus pada satu ide bisnis. Jangan ragu untuk belajar dari orang lain, terutama pengusaha sukses, dan manfaatkan media sosial untuk promosi.”

 Terinspirasi Ibunda Tercinta. Selama menjalankan bisnis, peraih penghargaan Asia Most Creativity Woman Award 2025 terinspirasi Sang Ibunda yang sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Ibunya berhasil memberikan dukungan emosional dan motivasi yang sangat dibutuhkan dalam perjalanan bisnis yang penuh tantangan. Ke depan, Lucky berencana memperluas lokasi bisnis menjadi beberapa lokasi dalam satu tahun ke depan dan meningkatkan porsi pasar perusahaan di pasar tertentu.

“Fokus pada inovasi, membangun jaringan, mengembangkan keterampilan dan menjaga fleksibilitas. Selain itu, penting untuk percaya diri, berani mengambil risiko dan tidak takut gagal,” ungkap Lucky dengan antusias.