MajalahInspiratif.com, Jakarta – Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesadaran sederhana. Mulai dari mengetahui hak diri sendiri, berani menentukan sikap dan tidak tinggal diam ketika melihat ketidakadilan.
Bagi Rieke Diah Pitaloka, kesadaran tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan perempuan. Perempuan, menurutnya, perlu memahami hak-haknya agar mampu melindungi diri sekaligus memiliki keberanian untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih aman dan bermartabat.

Sebab, perempuan yang berdaya bukan hanya mereka yang memiliki pencapaian dalam karier, pendidikan maupun kehidupan sosial. Keberdayaan juga tercermin dari kemampuan untuk mengenali batas, memahami hak, mengambil keputusan, serta berani mengatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun bukan sesuatu yang dapat dibenarkan.
Berawal dari Kesadaran. Menurut Rieke, pemahaman mengenai hak merupakan fondasi penting bagi perempuan. Tanpa pengetahuan yang cukup, seseorang dapat lebih mudah menganggap berbagai bentuk perlakuan tidak sehat sebagai sesuatu yang wajar.
Kekerasan pun tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Sikap mengontrol, merendahkan, mengintimidasi, membatasi ruang gerak, hingga bentuk tekanan lainnya juga perlu dikenali sebagai persoalan serius.
Karena itu, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan memberikan kesempatan untuk berkembang. Perempuan juga perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengenali persoalan yang dihadapi dan memahami langkah yang dapat ditempuh ketika hak-haknya dilanggar.
Di sinilah pentingnya keberanian untuk bersuara, bukan berarti harus selalu berada di depan atau melakukan perlawanan seorang diri. Bersuara dapat dimulai dengan mengatakan bahwa sesuatu tidak benar, meminta bantuan ketika membutuhkan, atau memberikan dukungan kepada perempuan lain yang sedang menghadapi persoalan.

Woman Support Women. Aktivis perempuan yang hingg kini malang melintang di kursi parlemen ini, juga menyoroti pentingnya solidaritas. Sebab, perjalanan menuju keberdayaan akan jauh lebih kuat ketika perempuan tidak berjalan sendirian.
Lingkungan yang saling mendukung dapat menjadi ruang aman bagi perempuan untuk bercerita, mendapatkan informasi, mengenali persoalan, hingga menemukan keberanian untuk mengambil keputusan.
Semangat tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pemberdayaan bukan sekadar tentang bagaimana seseorang menjadi kuat untuk dirinya sendiri. Lebih jauh, keberdayaan memiliki makna ketika kekuatan itu mampu memberikan dampak bagi orang lain.
Seorang perempuan yang telah memahami haknya dapat membantu perempuan lain mengenali haknya. Mereka yang berani bersuara dapat membuka ruang bagi suara-suara lain yang selama ini terdiam. Dari sanalah perubahan mulai bergerak.
Libatkan Peran Negara. Bagi Rieke, perjuangan menghadirkan perlindungan bagi perempuan dan anak juga membutuhkan peran negara. Kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang tegas, perlindungan hukum yang kuat, serta keberpihakan nyata kepada korban.
Sebagai politisi dan aktivis, ia melihat bahwa persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada individu. Negara memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sistem perlindungan yang mampu mencegah kekerasan sekaligus memberikan rasa aman bagi mereka yang menjadi korban.
Di titik inilah nilai kepemimpinan menemukan maknanya. Bahwasanya leadership bukan hanya tentang berada di posisi yang memiliki kewenangan. Kepemimpinan juga tentang keberanian menyuarakan persoalan, mengambil sikap, memperjuangkan kepentingan yang lebih luas, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Rieke memilih jalur tersebut melalui ruang politik, aktivisme, dan konsistensinya menyuarakan isu perempuan serta anak.
Penggerak Perubahan. Pemberdayaan pada akhirnya bukan sekadar membuat perempuan menjadi lebih kuat. Pemberdayaan adalah proses untuk membuat seseorang menyadari bahwa dirinya memiliki nilai, hak, suara, dan kemampuan untuk menentukan arah hidupnya.
Dari kesadaran itu lahir keberanian. Dari keberanian tumbuh kepemimpinan. Dan dari kepemimpinan, perubahan dapat digerakkan.
Pesan yang disuarakan Rieke menjadi relevan bagi perempuan di berbagai ruang kehidupan untuk tidak takut mengenali hak, jangan ragu mencari dukungan, dan jangan merasa bahwa perjuangan harus dilakukan seorang diri.
Karena perubahan besar selalu membutuhkan orang-orang yang bersedia memulainya.
Dan perempuan, dengan segala potensi yang dimilikinya, bukan hanya dapat menjadi bagian dari perubahan. Perempuan juga dapat menjadi penggeraknya.
“Perempuan harus tahu hak-haknya dan diberdayakan untuk melindungi diri serta membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Rieke.





